Assalamualaikum wr. wb.
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua.
Pertama, mari kita panjatkan Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat sehat sehingga kita bisa berkumpul di sini. Shalawat serta salam tidak lupa kita curahkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari jalan yang gelap menuju jalan yang terang.
Hadirin yang saya hormati, dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan pidato tentang bahayanya terlalu sering berselfie. Selfie atau Self Image adalah kegiatan di
mana orang lebih suka mengambil fotonya sendiri dengan kamera, yang biasanya adalah kamera ponsel. Selfie pertama kali dilakukan oleh Putri Kekaisaran Rusia melalui cermin pada tahun 1914. Sedangkan kata "Selfie" sendiri pertama kali muncul dalam forum internet Australia pada tahun 2002.
Terlalu sering berselfie, juga berdampak tidak baik. Pertama, merubah pola pikir dan mengurangi rasa percaya diri. Hobi berselfie lalu mengunggahnya ke media sosial, lalu asyik membandingkan hasil selfie kita dengan orang lain, ternyata membuat kita tidak lagi percaya diri. Sebuah peneliatian mengungkapkan bahwa apabila wanita melihat foto temannya di media sosial, membuat wanita tak lagi menyukuri bentuk tubuhnya dan semakin sering memandang negatif diri sendiri.
Kedua, bermain-main dengan nyawa demi sebuah foto selfie. Sekarang ini, banyak sekali orang yang melakukan kegiatan berbahaya dan tidak bermanfaat demi mendapat sebuah foto selfie, seperti naik ke menara, tiang listrik, gedung pencakar langit, atau berfoto di pinggir rel kereta api saat kereta melintas.
Ketiga, penyebab kutu rambut mudah menular. Hal ini terjadi apabila 2 orang atau lebih berfoto bersama dengan kontak kepala langsung, dan salah satu dari mereka memiliki kutu rambut, biasanya terjadi pada wanita yang tidak memakai kerudung.
Keempat, membuat stres. Jika kalian mulai ketagihan membuat foto selfie, berhati-hatilah, karena studi menunjukkan akan ada bahaya psikologis yang mungkin menyerang. Seperti yang pernah terjadi, seorang remaja berusia 18 tahun bernama Danny Bowman dilaporkan telah melakukan upaya bunuh diri karena tidak bisa membuat selfienya sempurna.
Kelima, korban manipulasi gambar. Selfie yang diunggah di media sosial akan sangat berpotensi menjadi bahan manipulasi gambar atau pengeditan gambar, seperti yang sering kita lihat di Meme Comic atau bahkan diedit menjadi gambar yang berbau pornografi.
Terakhir, mengundang kejahatan. Kejahatan yang dapat berupa penipuan, penculikan, pelecehan, bahkan pembunuhan. Mungkin sebagian dari kalian menganggap bahwa Selfie adalah sara pengekspresian diri, namun, ada baiknya kita melakukan hal itu dengan sewajarnya, karena jika kita melakukannya dengan berlebihan pasti akan merugikan diri sendiri. Selain itu, selfie berlebihan juga menyebabkan kepikunan.
Sekian yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat, terima kasih, salam sejahtera.
Wassalamualaikum wr. wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar