KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia‐Nya, atas
anugerah hidup dan kesehatan yang telah saya terima, serta petunjuk‐Nya
sehingga memberikan kemampuan dan kemudahan bagi saya dalam penyusunan karya
tulis ini.
Di dalam karya tulis ini saya selaku penyusun hanya sebatas
pengalaman yang saya sajikan, sebagai tugas sekolah yaitu menulis laporan perjalanan.
Dimana ada beberapa hal yang bisa kita tahu khususnya tempat-tempat wisata yang
ada di Jogjakarta yang indah dan menawan.Saya menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman saya tentang kota Jogjakarta, menjadikan keterbatasan saya pula untuk memberikan penjabaran yang lebih dalam tentang masalah ini, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini.
Harapan saya, semoga karya tulis ini membawa manfaat bagi kita, setidaknya untuk sekedar membuka cakrawala berpikir kita tentang kota Jogjakarta.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan ini. Terutama kepada orang tua dan guru bahasa Indonesia yang telah membimbing dalam penyusunan karya tulis ini.
PENDAHULUAN
Tetapi di tahun ini, tahun ajaran 2013-2014 ada yang berbeda, tujuan kami bukan Jogjakarta dan Solo melainkan Jogjakarta dan Dieng. Tempat wisata yang kami kunjungi adalah Pemandian Kali Anget, Telaga Warna, Kawah Dieng, Candi Borobudur, Museum Dirgantara, Candi Prambanan, Keraton Jogja, Pusat Oleh-oleh Khas Jogja Bakpia Pathuk 75, dan tentu saja Malioboro.
Suasana seni yang begitu terasa di Jogja, juga Malioboro yang merupakan urat nadi Jogja dibanjiri barang-barang kerajinan dari segenap penjuru. Para pengayuh becak pun siap mengantarkan kita mengelilingi tempat-tempat wisata.
Tak salah bila kota Jogjakarta sangat terkenal dan merupakan salah satu tujuan utama para wisatawan mancanegara, untuk berlibur dan mengabiskan sisa waktu istirahatnya di Jogjakarta.
ISI
Setelah istirahat, kami melanjutkan perjalanan pada jam 7 malam. Kami sampai di Pemandian Kali Anget Wonosobo pada jam 2 dini hari. Kemudian kami istirahat, mandi, lalu shalat Shubuh. Setelah itu kami sarapan di Rumah Makan Mbok Ro 5, kemudian melanjutkan perjalanan ke Telaga Warna. Waktu yang diperlukan untuk sampai ke Telaga Warna tidak lama, hanya sekitar 1 jam. Setelah sampai di sana, kami dipandu oleh sang pemandu wisata, udara di sana sangat dingin, keadaan tersebut sangat berbeda dengan keadaan di Serang. Keindahan alam di Telaga Warna sangat memukau, kami tidak lupa untuk berfoto di sana.
Tujuan selanjutnya adalah Kawah Dieng, kami diperkenankan untuk memakai masker karena bau belerangnya yang sangat menyengat, selain itu jika belerang tersebut terhirup dalam jumlah yang banyak, itu sangat membahayakan. Setelah itu kami istirahat dan makan di Rumah Makan Mbok Ro 5 lagi. Setelah makan, kami melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur. Mungkin karena jaraknya cukup jauh, waktu yang diperlukan pun lebih banyak.
Kami sampai di Candi Borobudur pada jam 3 sore, sama halnya seperti di Telaga Warna, di Candi Borobudur juga ada pemandu wisatanya. Di sana, saya juga mengerjakan tugas bahasa Inggris saya yaitu membuat video dan menceritakannya di tujuan wisata study tour. Saya memilih Candi Borobudur, saya mengerjakan tugas bahasa Inggris tersebut bersama Alya, pasangan saya dalam tugas itu. Hal yang tak mungkin terlupakan adalah berfoto, kami tentu saja berfoto di Candi Budha yang indah ini.
Sekitar jam 5 sore kami keluar dari tempat wisata tersebut kemudian istirahat dan shalat di Rumah Makan Baledono. Setelah istirahat, kami langsung menuju Hotel Sahid Raya di Jl. Babar Sari Jogjakarta. Setelah sampai hotel, kami diberikan kunci kamar hotel kemudian beristirahat.
Esok harinya, 18 September 2013, kami sarapan di hotel, kemudian melanjutkan kunjungan ke Candi Prambanan. Di sana kami diharuskan untuk memakai kain batik yang disediakan. Kami juga tidak lupa untuk berfoto di Candi Prambanan. Tujuan wisata selanjutnya adalah Museum Dirgantara. Museum Dirgantara adalah Museum Pusat TNI Angkatan Udara. Di sana, kami juga dipandu oleh pemandu wisata.
Setelah Museum Dirgantara, Keraton Jogjakarta adalah tujuan selanjutnya. Kami di sana juga dipandu oleh pemandu wisata. Keraton Jogjakarta terletak tidak jauh dari Alun-alun Jogjakarta. Keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Di sana kami bisa melihat koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan.
Sekitar jam 12 siang, kami istirahat, shalat, dan makan di Rumah Makan Ambar Ketawang. Jam 3 sore, kami berwisata ke Malioboro. Harga pernak-pernik yang murah membuat kami ingin membeli semua barang-barang itu. Saat saya di Malioboro, saudara saya yang tinggal di Jogja mengajak saya untuk jalan-jalan keliling kota Jogja, kemudian saya meminta izin kepada guru pembimbing, akhirnya saya pun diizinkan untuk ikut dengan saudara saya.
Jam 10 malam, saya baru istirahat. Sebelum istirahat saya sudah membereskan barang-barang, karena besoknya kami harus sudah keluar dari hotel. Pagi harinya, kami sarapan di hotel, kemudian naik ke bis untuk pulang ke Serang. Sebelum pulang, kami juga mampir ke Pusat Oleh-oleh Khas Jogja Bakpia Pathuk 75. Sekitar jam 9.30 berangkat menuju kota Serang.
Jam 12 siang, kami istirahat, shalat, dan makan di Rumah Makan Candi Sari Karang Anyar, dan melajutkan perjalanan pada jam 1 siang. Kami istirahat, shalat, dan makan di Rumah Makan Selamet Rahayu Raja Polah Ciamis pada jam 7 malam. Kami menghabiskan waktu di bis untuk tidur, mungkin karena kami kelelahan. Kami sampai di kota Serang pada jam 1 dini hari dengan selamat.
PENUTUP
LAMPIRAN
![]() |
| Selama perjalanan bersama teman-teman 8C dan Pak Cecep :D |
![]() |
| Pemandian Kalianget dan Telaga Warna |
![]() |
| Alya, Tita, dan Fitri di Telaga Warna |
![]() |
| Bersama 8C di Candi Prambanan |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar